Rabu, 28 April 2010

Download Cowboys in Paradise

Daftar Hotel - Begitulah trailer film dokumenter 'Cowboys in Paradise' dibuka. Kalimat itu muncul dari mulut seorang pria lokal berbadan kekar, berkulit gelap, dan bertelanjang dada.

Hotel Murah di Bandung Kini sang sutradara film dokumenter itu, Amit Virmani, mengkhawatirkan keselamatan anak pantai itu begitu filmnya jadi perbincangan panas di Bali.

"Saya benar-benar cemas pada keselamatan orang-orang yang ada di film itu dan para pemuda yang ada di pantai," ujar Amit sebagaimana dilansir ABC News mengutip Reuters, Rabu (28/4/2010).

Pada Senin 26 April, Satgas Pantai Kuta merazia 'pria berkulit gelap dan kekar' menyusul isu gigolo yang muncul di film karya Amit. Hasilnya, 28 pria dan 1 wanita tanpa identitas diciduk. Sebagian besar dari mereka bukan warga asli Bali. Setelah razia itu, pantai Kuta pada Selasa 27 April, sepi dari beach boys.

Amit yakin fenomena gigolo di pantai bukanlah hal yang unik di Bali, pulau yang juga terkenal dengan candi Hindu, gunung berapi dan persawahannya.

"Para koboi itu bukan ancaman bagi turis. Apa yang terjadi antara orang dewasa itu adalah urusan mereka sendiri," ujarnya.

Kamis, 22 April 2010

Zodiak

Daftar Hotel - De Agostini-owned distributor Zodiak Entertainment has closed a raft of deals for its latest slate of documentaries ahead of MIP TV.

Hotel Di Seminyak Bali Australian public broadcaster SBS, Belgium's VRT and RTBF, Japan's NHK, Ireland's RTE, Portugal's RTP, Italy's Rai, Russia's Historic Channel, Radio Canada, Switzerland's TSR, Bulgarian National TV, Greece's ERT3 and Israel's IETV have all picked up Who Killed Maggie?, the Cinétévé-produced documentary about the political assassination of UK Prime Minister Margaret Thatcher for France 2.

Pan Asian pay broadcaster All Asia Networks, Australia's Foxtel, Belgium's VRT and RTBF, Denmark's Danmarks Radio, Switzerland's RSI, Austria's SF, Ireland's RTE, Sweden's TV4, Poland's TVN and Portugal's TVI have all acquired Hunting Down Paedophiles: Citizens on the Watch, a Premières Lignes TV/Amip France-produced documentary about vigilante paedophilia hunters in Cambodia, that originally aired on Canal+.

Meanwhile, the Impact Press-produced one hour doc Millennium: The Story, which looks at the success of Stieg Larsson's novel series has been sold to Canal+ in Spain and Poland, Belgium's Be TV and Switzerland's TSR.

Minggu, 18 April 2010

Krisdayanti Jelas Selingkuh

Daftar Hotel - KONFERENSI pers yang digelar Krisdayanti mengenai hubungannya dengan Raul Lemos, rupanya diketahui mantan suaminya, Anang Hermansyah, dari televisi dan wartawan. Anang mengaku tak tahu pasti kejadian itu, namun yang terpenting adalah Anang tak mau anak-anaknya terpengaruh dengan hal tersebut.

Hotel Murah di Jakarta"Yang aku sampaikan ke anak-anak bahwa mereka harus tetap fokus sekolah. Aku bilang kalau memang di rumah Mimi rame atau apa, jangan dulu, mendingan di ruko dulu karena aku takut anak-anak menangkapnya lain, dan enggak bisa banyak kasih penjelasan apa-apa. Aku cuma pengen cepet pulang dan ketemu sama mereka. Ya anak-anak cuma bilang kalau Mimi lagi preskon, cuma itu aja tapi enggak cerita lebih jauh," kata Anang saat ditemui bersama Syahrini di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (15/4).

Sampai sekarang, Anang hanya memikirkan kedua anaknya, Aurel dan Azriel agar tak menanggapi preskon KD dengan pandangan yang salah. Dia pun tak mau banyak komentar saat disinggung tentang kebenaran atas dugaan selingkuh yang dilakukan KD dengan Raul.

"Aku enggak melihat begitu. Aku sama anak-anak ingin melihat ke depan dan jangan bikin masalah. Aku tidak berani menilai apa pun mengenai hal seperti itu. Aku lebih menyerahkan pada Yanti karena Yanti yang mengerti. Mulai hari ini aku enggak mau mikirin lagi. Aku enggak mau mundur lagi, ya aku mikirin anak-anak. Aku kalau mikirin ke belakang lagi kasian anak-anakku," tegas Anang.

Sabtu, 17 April 2010

World Cup 2010 FIFA

Daftar Hotel - World cup winning coach Carlos Alberto Parreira, has been taking some time out recently to watch the upcoming talent of the South African under 20s’ team. The Brazilian manager, who is currently in charge of this years World Cup hosts South Africa watched the youth teams two games’ against his native Brazil and Nigeria in last weeks Cape Town challenge.

Hotel di Cirebon According to Goal.com, after the game he went and met the team and gave them some encouraging words: “Congratulations on your performances – keep your heads up, you have potential and a bright future ahead of you. There are three or four players who particularly impressed me,”.

With the World Cup only two months away, he may even consider including some of the youth players’ in his senior squad after their recent impressive performances. We will see!

The host nation are getting ready to kick off the biggest tournament in the world and Parriera maintains that South Africa are capable and ready to do so. “”As far as preparations are concerned, everything is right for the World Cup, South Africa will deliver”.

Are South Africa the right hosts for the World Cup? Give us your views.

Selasa, 13 April 2010

World Cup 2010

Daftar Hotel - Expectations are sky-high in South Africa ahead of this summer's World Cup and Dutch coach Guus Hiddink has made it clear that there will be a lot of pressure on Bafana Bafana.

Hotel di Palembang"When you are a host country, you have a lot of pressure, but that pressure can either work for you or against you," the former Holland coach was quoted as saying by reporters.

"The 12th man in the stands is important because they can lift the team to another level. But sometimes the pressure can negatively affect the players. What is important is to get the campaign off to a perfect start. That lays the foundation.

"Preparations are very important for any country that plays at the World Cup and for South Africa it will be vital that they prepare adequately for the event.

"You need to find the right balance and assemble not only a strong team but a balanced team. In Carlos Alberto Parreira, they have one of the most experienced coaches in the game today who knows how to prepare a team."

Kamis, 08 April 2010

Detikcom Nokia Luncurkan Nokia X6

Nama Hotel - Nokia Indonesia hari ini (25/3) meluncurkan layanan Nokia Comes With Music, layanan akses tanpa batas selama setahun untuk mengunduh jutaan lagu yang disediakan layanan tersebut. Saat ini, layanan Nokia Comes With Music menyediakan lebih dari tiga juta lagu, baik internasional maupun lokal, yang bisa diunduh langsung ke ponsel-ponsel Nokia dengan seri "Comes With Music".

Bob McDougall, Country Manager Nokia Indonesia mengatakan Indonesia adalah negara ke-28 yang bisa menggunakan layanan musik terobosan Nokia ini. Karena itu, katalog musik layanan Comes With Music di Indonesia juga terdiri dari berbagai jenis musik dari dua belas perusahaan rekaman lokal maupun internasional.

Antara lain Aquarius Musikindo, E-Motion Entertainment, EMI Music, Indo Semar Sakti, Musica Studios, Pelangi Records, Sani Sentosa Abadi, Sony Music Entertainment, Trinity Optima Production, Universal Music Group, Virgo Ramayana Records dan Warner Music. Dalam kesempatan tersebut, Nokia sekaligus melakukan penandatanganan kerjasama dengan kedua belas perusahaan label ini.

Lebih dari tiga juta musik yang disediakan di katalog Comes With Music terdiri dari berbagai genre lagu, mulai jazz, blues, hip hop, soul, funk, pop, indie dan grunge. Lagu anak-anak dan soundtrack film juga tersedia di layanan ini. Lagu-lagu lokal favorit yang disediakan di Nokia Comes With Music ini seperti dari band Changcuters, d'Masiv, Sherina dan banyak lagi lainnya. Ketiga musisi tersebut juga hadir dalam acara peluncuran ini.

Selain layanan Nokia Comes With Music, Nokia Indonesia sekaligus meluncurkan Nokia X6 Comes With Music, salah satu ponsel terbarunya yang dirancang untuk menggunakan layanan ini. Untuk mendukung penyimpanan musik-musik hasil unduhan di layanan ini, Nokia X6 yang diluncurkan di Indonesia ditanami memori sebesar 16 gigabita dan mendukung semua format musik.

Perangkat ini juga mampu memainkan musik hingga 35 jam, dan dilengkapi layar sentuh 3,2 inci dengan layar lebar 16:9 yang optimal untuk foto, video dan berselancar di dunia maya. Nokia X6 juga dilengkapi kamera 5 megapiksel dengan lensa Carl Zeiss

Haryati Lawidjaja, manager layanan dan peranti lunak Nokia Indonesia mengatakan, dengan Nokia X6 Comes With Music, pengguna sekaligus mendapat akses untuk mengunduh hingga 3 juta lagu secara gratis, selama 12 bulan. "Lagu-lagu yang diunduh ini bisa dinikmati seumur hidup," katanya. "Dan, koleksi 3 juta lagu ini akan terus bertambah."

Menurut Bob McDougall, membeli ponsel Nokia X6 Comes With Music ini tentu saja menguntungkan. Karena, bisa mengunduh tiga juta lagu atau sekitar 300 ribu album secara gratis. Sangat besar biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli 300 ribu buah album.

Bos Nokia Indonesia ini memberikan perumpamaan. Katakanlah, jika setiap album seharga Rp.50 ribu perkeping CD-nya, maka untuk memiliki sebanyak 300 ribu album, seseorang harus mengeluarkan uang hingga sebesar Rp.15 miliar. "Jumlah itu tentu sangat besar," ujarnya. Dan, "Jika diputar semua lagunya, tiga juta lagu itu bisa didengarkan hingga 23 tahun tanpa berhenti."

Peluncuran layanan Nokia Comes With Music dan ponsel Nokia X6 untuk publik akan digelar dengan nama Nokia HyperSix pada hari Sabtu (27/3) malam mendatang, di Plaza Barat Senayan. Acara tersebut bakal dimeriahkan penampilan artis lokal papan atas seperti Dewi Sandra, d'Masiv, Drive, J-Rocks, Sherina serta The Changcuters.
Dim

Senin, 05 April 2010

The Ballad of Jaylin Fleming ‎

Daftar Hotel - We thought it was a bit crazy to read of possible recruiting efforts by DePaul of a 13-year-old kid but a half dozen emails to our tip inbox pointed us to the story of 10-year-old superstar Jaylin Fleming which tops even that. The Tribune spends nearly 1,500 words (and a three minute supplemental video) for a feature on "the most talented 10-year-old basketball player in the country." Says Fleming to the Trib, "I'm a humble kid who's trying to achieve a goal." We assume he means puberty?

Hotel di Padang - The story also touches - but only ever-so-lightly - on the controversial new trend of scouting basketball players while they're still in their Underoos. Illinois coach Bruce Weber indicates the recruitment of preteens is something he has to do: "If you want to recruit the right way and do it the way it's supposed to be done, this is our only choice. And if you take it away, all you're doing is benefiting the guys who probably don't do it the right way." Former Bull Lindsay Hunter is the voice of reason when, discussing his own nine-year old son, he says, "I have coaches calling me for my kid to play, and I'm like, no! He's a kid. … I'm not going to put that type of pressure on him. I want him to experience childhood."

Look, we wish Jaylin nothing but the best in his playing career and, from the story, he seems like a good kid. But, yes, this trend of analyzing kids before they even get to junior high is ridonkulous and, humble or not, isn't healthy for the kids themselves. And while we likely won't see an end to it anytime soon - I fully expect to read a fantasy analysis of a toddler within the next ten years - one way we can help reverse the trend is simple: not publishing 1,500 word features on 10-year-old basketball players.

Sabtu, 03 April 2010

Dulmatin Siapkan Kader

Daftar Hotel - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri belum bisa tidur nyenyak. Meski tokoh teroris yang tewas tertembak di Pamulang, Tangerang, Banten, Selasa lalu (9/3) dipastikan Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Muktamar, polisi meyakini sejumlah pelatihan perakitan bom sudah dilakukannya.

Hotel di Medan -Pria bernama asli Joko Pitono itu diketahui Densus 88 sebagai juru rakit bom tingkat wahid di atas level Dr Azhari. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menegaskan, kemampuan Dulmatin merakit bom memang luar biasa.

"Dari pengakuan Ali Imron (perakit bom Bali I, terpidana seumur hidup, Red) Dulmatin memang hebat. Dia lebih tinggi kelasnya daripada Dr Azhari," kata Kapolri saat konferensi pers di Rupatama, Mabes Polri, Kamis (10/3).

Raut muka orang nomor satu di tubuh Korps Bhayangkara itu tampak berseri-seri. Bambang juga mengajak seluruh jajaran perwira tinggi Mabes Polri. Misalnya, Wakapolri Komjen Jusuf Manggabarani, Irwasum Komjen Nanan Soekarna, Kabaintelkam Irjen Saleh Saaf, dan Kadiv Humas Irjen Edward Aritonang.

Dalam penggerebekan di Pamulang, Densus 88 menemukan skema perakitan bom yang ditulis tangan. Selain itu, ditemukan pcb detonator yang belum dirangkai. "Ada juga remote bom jarak jauh yang dibawa," kata Kapolri.

Polisi juga menemukan salinan paspor nomor 42677 yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Timur atas nama Yahya Ibrahim. Juga nota penukaran uang dolar senilai USD 1.100 dan nota penukaran mata uang Filipina, peso, di sebuah money changer di General Santos, Filipina.

Di rumah Fauzi Syarief (tempat kontrakan Dulmatin), mantri kesehatan di Gang Asem, Pamulang, polisi menyita handycam dan laptop merek Acer. "Data di dalamnya sedang dipelajari dan masih dikembangkan," kata Bambang. Di Aceh polisi menemukan senjata AK-47, M-16, ribuan peluru kaliber 7,62 dan 5,56, serta bom asap. Bentuk senjata itu tidak lazim seperti rakitan gerilyawan Filipina Selatan.

Bambang memastikan jasad Dulmatin setelah dilakukan pengecekan DNA dengan sampel ibu Hj Masniyati dan anaknya, Ali Usman. "100 persen Dulmatin dengan kemungkinan kesalahan satu dibanding 100 ribu triliun," kata alumnus Akpol 1974 itu.

Dua orang yang juga tewas di Pamulang adalah pengawal Dulmatin, yakni Ridwan asal Maros, Sulawesi Selatan, dan Hasan Noor asal Cengkareng, Jakarta Barat. Di tangan Ridwan ada pistol FN dan hp bernomor sim card asal Aceh. Selain itu, terdapat daftar nomor telepon yang ditulis di kertas sobekan.

Tim DVI (Disaster Victim Identification) Mabes Polri juga mengecek kesamaan alis Dulmatin, raut muka, tahi lalat, dan bentuk hidung. "Tadi (kemarin, Red) pagi pukul 10.00 saya laporkan ke Presiden SBY dan Wapres Boediono," kata Bambang.

Secara tegas, dia menyebut kelompok yang "bermain" di Aceh dan digerakkan oleh Dulmatin adalah Jamaah Islamiyah. "Kita kontak tembak di Aceh sejak 22 Februari dengan kelompok JI," katanya.

Dulmatin dibantu orang-orang yang pernah tertangkap dalam kasus terorisme sebelumnya. "Dari 400 orang yang tertangkap, sudah 242 orang yang bebas. Nah, sebagian dari mereka ini bermain kembali," ujarnya.

Kapolri memastikan penangkapan Dulmatin berdasar pengakuan teroris yang ditangkap di Aceh. Salah satunya pengakuan Ismet Hakiki dan Zakky Rahmatullah. "Ismet adalah orang yang pernah terlibat pengeboman Kedutaan Besar Australia 2004," kata mantan Kabareskrim itu.

Sebelum menangkap Dulmatin, polisi juga meringkus Sofyan Atsauri di Depok, Jawa Barat. Sofyan adalah pemasok senjata latihan. "Dia pernah mendirikan tempat latihan menembak di Depok," kata Bambang.

Total ada 21 orang yang diringkus di Aceh dan lima orang dalam penggerebekan di Pamulang. "Skenario mereka itu tidak terputus dan saling berkaitan," katanya.

Dulmatin juga sudah memerintahkan anggotanya melakukan aksi perampokan. "Sudah ada instruksi untuk fa'i (perampokan) di beberapa wilayah lain," kata Kapolri.

Fa'i adalah aksi mengambil harta orang yang dianggap kafir atau murtad untuk mendukung aksi. Saat ditanya soal hadiah USD 10 juta yang ditawarkan pemerintah AS dan Filipina untuk kepala Dulmatin, Bambang menjawab diplomatis. "Kita tidak bekerja berdasar itu (hadiah uang), tapi murni untuk penegakan hukum," katanya.

Kapolri juga berterima kasih kepada masyarakat Aceh yang membantu mengungkap jaringan Dulmatin itu. "Bahkan, sampai keuchik (kepala desa) ikut membantu. Polri sangat bersyukur atas bantuan warga Aceh," katanya.

Jaringan-jaringan lain yang belum terungkap, kata Kapolri, segera diburu. "Anak-anak sampai hari ini belum istirahat. Bintang di pundak para perwira ini tidak akan ada nilainya tanpa kerja keras anak-anak di lapangan," kata Kapolri.

Terhadap keluarga tiga Brimob yang tewas di Aceh, Kapolri memberikan santunan dan beasiswa hingga perguruan tinggi untuk anak-anaknya. Istri Boas Waisiri juga diusulkan menjadi PNS Mabes Polri, sedangkan adik Brigadir Darmansyah dan Hendra diusulkan diterima sebagai anggota Polri. "Kami kehilangan anak-anak terbaik, tapi alhamdulillah kami bisa mengungkap jaringan ini," kata Kapolri.

Secara terpisah, sumber Jawa Pos menyebutkan, sasaran utama yang diburu Densus 88 saat ini adalah tokoh karismatik JI yang merestui dan melindungi Dulmatin beroperasi di Indonesia. "Dia memberi mandat untuk Dulmatin," kata sumber itu saat ditemui di masjid Mabes Polri kemarin.

Perwira menengah itu menyebutkan, si tokoh ini adalah orang yang secara khusus mengundang dan menyiapkan pengawal bagi Dulmatin. Menurut dia, dari hasil interogasi beberapa tersangka yang merupakan pelapis utama, diketahui Dulmatin menjalin kontak dengan beberapa aktivis asal Indonesia sejak awal 2008. "Tapi, itu dilakukan di Filipina Selatan," katanya.

Sumber itu menambahkan, pada Januari 2009, Dulmatin berkunjung ke Jawa Tengah. "Dia bertemu tokoh senior JI dan mendapatkan janji perlindungan jika kembali beraktivitas di Indonesia. Setelah itu, paspor dan segala kebutuhan Dulmatin di Indonesia mulai disiapkan.

Pada Maret 2009, Dulmatin kembali masuk Indonesia melalui Batam. Dia menggunakan paspor atas nama Yahya Ibrahim yang dikeluarkan Kantor Imigrasi Jakarta Timur. Dulmatin sempat transit di Lampung. Lalu, Mei 2009, Dulmatin masuk Jakarta. Dia diarahkan anggota kelompoknya untuk bersembunyi di Pamulang, Tangerang Selatan. Alasannya, permukiman itu padat kontrakan yang sering digunakan warga pendatang sehingga tidak dicurigai warga.

"Saat itu konsentrasi kami memang agak lengah karena ada perubahan sistem secara internal di satuan," kata sumber itu. Lalu, bom meledak Juli 2009 di Marriott. "Dari pengakuan Ismet, Dulmatin sama sekali tidak terlibat. Tapi, kami belum percaya, masih kami pastikan lagi," ujarnya.

Pada Oktober 2009, setelah Noordin tewas di Solo pada 17 September 2009, tanzhim (struktur) qaidatul jihad menunjuk Dulmatin sebagai pimpinan askari (militer). Dia mulai merekrut dan memanggil ulang para anggota kelompok, baik yang pernah dipenjara maupun yang belum tertangkap. Awal Januari 2010, pengiriman tadrib askari (latihan militer) dimulai. "Namanya memang tadrib (pelatihan), belum ada target karena mereka menyiapkan penerus," katanya. Lokasi dipilih Jantho, Aceh Besar.

Menurut sumber itu, Dulmatin juga sudah menyiapkan perakit-perakit bom baru. "Salinan yang kami temukan di tas Dulmatin adalah sobekan di buku tulis. Catatan ini sengaja diedarkan secara terbatas tanpa dikopi, tanpa dibuat file, tapi hanya kertas," katanya.

Gunanya, dalam kondisi terpaksa, catatan itu bisa segera dimusnahkan. "Cukup dikunyah lalu ditelan. Sudah tidak ada bukti," kata perwira yang pernah kursus antiteror di Manila, Filipina, itu. Selain mengajari merakit bom dan memerintahkan merampok, Dulmatin berbagi keahlian metode perang gerilya dan penggunaan senjata tajam maupun senjata api. "Mereka mengadopsi teknik gerilyawan Abu Sayyaf di Filipina Selatan," katanya.